Industri Textile busana Katun

Teknis dan struktur dibagi menjadi tiga sektor industri yang lengkap, terintegrasi secara vertikal dari hulu ke hilir, yaitu:
1. Sektor Industri Hulu (upstream) merupakan industri yang memproduksi serat / serat (serat alami dan serat buatan manusia atau sintetis) dan proses pemintalan (spinning) menjadi produk benang (benang unblended dan dicampur). Industri padat modal, penuh otomatis, skala besar, jumlah relatif kecil dari tenaga kerja dan output yang besar pertenagakerjanya.
2. Sektor Industri Menengah (midstream), meliputi proses tenun (interlace) menjadi benang kain mentah lembaran (kain abu-abu) melalui proses tenun (weaving) dan
perajutan (rajut) kemudian diproses lebih lanjut melalui proses pengolahan pencelupan (pewarnaan) , penyelesaian (finishing) dan pencetakan (printing) menjadi kain-jadi. Semi-padat sifat modal industri, teknologi menengah dan modern – terus tumbuh, dan jumlah tenaga kerja lebih besar dari sektor industri hulu.
3. Sektor hilir (downstream) merupakan industri manufaktur pakaian jadi (garmen) termasuk proses memotong, menjahit, mencuci dan finishing yang menghasilkan garmen siap pakai. Dalam sektor ini tenaga kerja paling intensif sehingga sifat industri padat karya.

About bantingtulang

pengusaha mencari usaha sendiri

Posted on Mei 3, 2012, in Fashion Pria. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: